- (021) 53660861
- tableau@ilogoindonesia.id
- AKR Tower – 9th Floor Jl. Panjang no. 5

Membuat dashboard yang menarik, informatif, dan mudah digunakan bukanlah pekerjaan yang sederhana. Banyak organisasi menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyusun layout, menentukan warna, mengatur tipografi, hingga memastikan seluruh elemen visual terlihat konsisten. Bahkan dalam banyak proyek Business Intelligence, proses desain dashboard sering kali memakan waktu yang hampir sama besarnya dengan proses analisis data itu sendiri.
Padahal, di sebagian besar perusahaan, dashboard yang dibuat sering memiliki pola yang mirip. Tim analis biasanya mengambil inspirasi dari dashboard sebelumnya, menyalin beberapa elemen desain, lalu melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan bisnis yang baru. Sayangnya, sebagian besar platform analytics saat ini masih memiliki keterbatasan dalam mendukung proses reuse atau penggunaan kembali elemen dashboard secara fleksibel.
Melihat tantangan tersebut, tim Tableau Research melakukan penelitian mengenai bagaimana proses reuse dashboard dapat ditingkatkan melalui pendekatan yang lebih modern dan intuitif. Hasil penelitian ini memberikan gambaran menarik mengenai masa depan dashboard authoring yang lebih efisien, konsisten, dan produktif.
Banyak orang mengira bahwa tantangan utama dalam membangun dashboard adalah menghubungkan data atau membuat visualisasi. Namun berdasarkan penelitian Tableau, para profesional dashboard justru mengidentifikasi bahwa pekerjaan yang paling memakan waktu sering kali berada pada aspek desain seperti styling dan layout.
Pengaturan warna, font, ukuran objek, jarak antar elemen, hingga penyesuaian tata letak sering dilakukan berulang kali pada berbagai dashboard yang berbeda. Proses ini tidak hanya memakan waktu, tetapi juga berpotensi menciptakan inkonsistensi antar dashboard dalam satu organisasi.
Selain itu, penggunaan template yang tersedia saat ini sering dianggap terlalu kaku. Banyak pengguna ingin mengambil sebagian elemen dari dashboard tertentu tanpa harus menyalin keseluruhan desain. Sayangnya, kemampuan tersebut belum banyak tersedia dalam platform analytics modern.
Dalam lingkungan bisnis yang bergerak cepat, tim data dituntut untuk menghasilkan dashboard baru dalam waktu yang singkat. Ketika setiap dashboard harus dibuat dari awal, produktivitas tim menjadi terhambat dan proses delivery menjadi lebih lambat.
Reuse memungkinkan organisasi memanfaatkan aset visual yang sudah ada untuk mempercepat proses pengembangan. Namun yang menarik, penelitian Tableau menemukan bahwa pengguna sebenarnya tidak ingin sekadar menyalin dashboard secara utuh. Mereka lebih sering ingin mengambil bagian tertentu saja, seperti kombinasi warna, tata letak, gaya visual, atau komponen tertentu yang dianggap efektif.
Pendekatan inilah yang disebut sebagai partial reuse, yaitu kemampuan menggunakan kembali sebagian elemen dashboard tanpa harus menduplikasi seluruh desain.
Untuk mengeksplorasi kebutuhan tersebut, Tableau Research mengembangkan sebuah prototipe bernama ReDash. Solusi ini dirancang untuk membantu pengguna mengambil berbagai elemen desain dari beberapa dashboard sekaligus dan menggabungkannya ke dalam dashboard baru.
Melalui ReDash, pengguna dapat memilih berbagai komponen desain dengan tingkat detail yang berbeda-beda. Misalnya hanya mengambil skema warna, gaya teks, garis dan border, layout, atau kombinasi seluruh elemen tersebut.
Yang membuat pendekatan ini menarik adalah kemampuannya untuk mengambil inspirasi dari berbagai sumber sekaligus. Dalam penelitian yang dilakukan, hampir seluruh peserta memanfaatkan elemen dari lebih dari satu dashboard ketika merancang dashboard baru. Hal ini menunjukkan bahwa proses desain modern lebih menyerupai menyusun "mood board" daripada sekadar menggunakan satu template tunggal.
Salah satu manfaat terbesar dari partial reuse adalah kemampuannya menjaga konsistensi visual dalam organisasi.
Banyak perusahaan memiliki puluhan bahkan ratusan dashboard yang digunakan oleh berbagai departemen. Tanpa standar desain yang konsisten, pengguna dapat mengalami kebingungan saat berpindah dari satu dashboard ke dashboard lainnya.
Dengan kemampuan reuse yang lebih fleksibel, organisasi dapat memastikan bahwa elemen-elemen penting seperti warna, font, struktur layout, dan pola visual tetap seragam tanpa harus membatasi kreativitas para pembuat dashboard.
Hasilnya adalah pengalaman pengguna yang lebih baik sekaligus identitas visual yang lebih kuat di seluruh lingkungan analytics perusahaan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa masa depan dashboard authoring tidak hanya berfokus pada kemampuan membuat visualisasi baru, tetapi juga bagaimana membantu pengguna memanfaatkan aset desain yang sudah ada secara lebih cerdas.
Tren ini sejalan dengan berbagai inovasi Tableau Research lainnya yang berupaya mengurangi pekerjaan manual dalam proses pembuatan dashboard. Dengan bantuan teknologi yang mampu memahami komponen desain dan konteks pengguna, proses authoring dapat menjadi lebih cepat dan lebih intuitif.
Pada akhirnya, tim data dapat mengalokasikan lebih banyak waktu untuk menghasilkan insight dan mendukung keputusan bisnis daripada menghabiskan waktu untuk mengatur ulang elemen visual yang sama berulang kali.
Penelitian Tableau mengenai partial reuse dalam dashboard authoring memberikan perspektif baru tentang bagaimana dashboard modern seharusnya dibangun. Alih-alih memulai semuanya dari nol atau terikat pada template yang kaku, pengguna membutuhkan kemampuan untuk mengambil dan menggabungkan elemen terbaik dari berbagai dashboard yang sudah ada.
Melalui konsep seperti ReDash, Tableau menunjukkan bagaimana proses pembuatan dashboard dapat menjadi lebih cepat, lebih fleksibel, dan lebih konsisten. Bagi organisasi yang ingin mempercepat pengembangan analytics sekaligus menjaga kualitas visual dashboard mereka, pendekatan partial reuse berpotensi menjadi salah satu fondasi penting dalam generasi berikutnya dari Business Intelligence dan data visualization.
tableau Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai Distributor resmi tableau. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Tableau Indonesia adalah bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Tableau. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.